Inilah Ayat Pelaris Untuk Dagang Yang Bisa Mendatangkan Pelanggan – Berdagang merupakan salah satu pekerjaan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasul sendiri adalah seorang pedagang.

Di era modern seperti ini, berdagang merupakan jenis usaha yang paling banyak dilakoni oleh masyarakat dunia, terlebih di Indonesia sendiri. Hampir semua umat muslim memilih berdagang untuk menopang kehidupan mereka masing-masing.

Memang pasa hakikatnya Islam tidak pernah melarang umatnya untuk berusaha dengan jenis apapun asal halal dan berkah. Prinsipnya sederhana, sealu bersikap jujur sehingga keberatan itu menyertai kita.

Dalam Al-Quran, ternyata ada ayat untuk amalan supaya dagangan laris manis. Lebih tepatnya, ayat ini hanya untuk rujukan atau usaha, karena rezeki setiap makhluk hidup sudah diatur Allah Subhanahu Wata’ala

Tetapi yang perlu di ingat bahwa Anda juga harus berusaha dengan keras, tekun dan ikhlas karena jika Anda mengendalikan doa saja tanpa usaha maka seperti sayuran tanpa garam.

Bacaan ayat penglaris ini dibacakan setiap selesai sholat 5 waktu, dan boleh juga dibaca saat Anda ingin pergi ke tempat Anda berdagang atau saat ingin membuka kedai yang dilengkapi dengan niat yang benar untuk mencari nafkah buat istri, anak dan keluarga.

Selain mengamalkan dan membaca Ayat 1.000 Dinar, bagi yang menggeluti bidang perdagangan baik itu bisnis online, offline, direct selling atau rumah makan dan lain-lain, sangat baik untuk mengamalkan ayat-ayat dari Surah Faathir ayat 29 dan 30.

Makna yang terkandung dalam Surah Faathir ayat 29 dan 30 sangat bagus dan indah sekali. Tidak perlu mencari penglaris yang belum pasti kebenarannya dan tidak bercampur aduk dengan sihir yang disebabkan penglaris itu.

Adapun arti dari surat Faathir, Ayat 29:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan tetap mendirikan sholat serta mendermakan diri dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara sembunyiatau secara terbuka, merka (dengan amalan yang demikian) mengharapkan sejanis pereniagaan yang tidak akan mengalami kerugian

Dan surat Faathir, Ayat 30:

Supaya Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahi mereka dari limpahan karuniaNya. Allah Maha Pengambpun, lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepadaNya.

Datangnya Keberkahan

Barokah atau keberkahan dalam Al Qur’an dan As Sunnah bermakna langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya. Dan perlu dipahami bahwa segala kebaikan itu datang dari Allah, bukan dari makhluk yang tidak memiliki apa-apa. Allah Ta’ala berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26). Yang dimaksud ayat “di tangan Allah-lah segala kebaikan” adalah segala kebaikan tersebut atas kuasa Allah. Tiada seorang pun yang dapat mendatangkannya kecuali atas kuasa-Nya. Karena Allah-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Demikian penjelasan dari Ath Thobari rahimahullah sebagaimana dalam Jaami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an (6: 301).

Dalam sebuah do’a istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan,

وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ

“Seluruh kebaikan di tangan-Mu.” (HR. Muslim no. 771)

Begitu juga dalam beberapa ayat lainnya disebutkan bahwa nikmat (yang merupakan bagian dari kebaikan) itu juga berasal dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53).

قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ

“Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah” (QS. Ali Imron: 73).

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34 dan An Nahl: 18).

Setelah kita mengerti dengan penjelasan di atas, maka untuk meraih barokah sudah dijelaskan oleh syari’at Islam yang mulia ini. Sehingga jika seseorang mencari berkah namun di luar apa yang telah dituntunkan oleh Islam, maka ia berarti telah menempuh jalan yang keliru. Karena ingatlah sekali lagi bahwa datangnya barokah atau kebaikan hanyalah dari Allah. Termasuk dalam hal ini menggapai barokahnya rizki dan larisnya dagangan, mesti dengan meniti jalan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam karena itulah jalan yang Allah tunjuki.

Itula ulasan tentang Ayat Pelaris Untuk Dagang Yang Bisa Mendatangkan Pelanggan yang sebenarnya. Semoga artikel Ayat Pelaris Untuk Dagang Yang Bisa Mendatangkan Pelanggan ini bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Jika Anda ingin menggunakan sarana pelarisan yang AMPUH dari ilmu putih yang lebih halal dan islami, maka silahkan langsung hubungi Ki Joko Sableng. Beliau selaku guru pelarisan dagang akan membantu melariskan dagangan Anda dengan cara yang baik, yang tidak bertentagnan dengan ajaran Agama manapun. Untuk mendapatkan pelarisan tersebut atau ingin konsultasi masalah dagangan langsung hubungi kontak 0816975404 atau klik whatsapp otomatis dibawah ini. Semoga bermanfaat.

Inilah Ayat Pelaris Untuk Dagang Yang Bisa Mendatangkan Pelanggan
× Konsultasi Gratis